Kamis, 12 Desember 2013

Kabut



Kau masih saja bercakap-cakap dengan hujan,
sesuatu yang membuat basah segalanya, termasuk
hatimu. Masih ada aku,
yang bisa kau ajak bercakap-cakap, tapi
selalu kautolak.
“ Kau kabut,” bisikmu,“ Aku tak suka kekosongan.”
Tidakkah kaulihat, aku dapat menjelmakan
khayalan yang selama ini kausimpan?
“Berhenti!” teriakmu. “Aku ingin menangis!”
Lalu kaudatangkan angin dari segala penjuru,
menyeretku dengan bergegas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar