Kau masih saja bercakap-cakap dengan
hujan,
sesuatu yang membuat basah segalanya,
termasuk
hatimu. Masih ada aku,
yang bisa kau ajak bercakap-cakap, tapi
selalu kautolak.
“ Kau kabut,” bisikmu,“ Aku tak suka
kekosongan.”
Tidakkah kaulihat, aku dapat menjelmakan
khayalan yang selama ini kausimpan?
“Berhenti!” teriakmu. “Aku ingin
menangis!”
Lalu kaudatangkan angin dari segala
penjuru,
menyeretku dengan bergegas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar